Muna Barat
merupakan salah satu kabupaten bayi di Sulawesi Tenggara. Peresmian pemekaran
Kabupaten Muna Barat 2014 lalu oleh MENDAGRI membawa angin kebahagian untuk
rakyat Muna Barat. Penantian panjang rakyat Muna Barat rupanya tak sia-sia.
Selama bertahun-bertahun mereka berkoar-koar memperjuangkan lahirnya Muna Barat
kini benar-benar telah membuahkan hasil. Dibenak Rakyat Muna Barat pemekaran
merupakan solusi muktahir untuk kemajuan pembangunan yang berkepanjangan.
Iming-iming
Pemerataan Pembangunan dan kesejahteraan rakyat Muna Barat dengan adanya
pemekaran menjadi magnet paling ampuh penarik simpati rakyat. Pemerataan
Pembangunan dan kesejahteraan telah merasuk dalam hati rakyat Muna Barat sehingga
berita pemekaran disambut dengan baik. Pembangunan infrastruktur terutama jalan
menjadi hal yang paling diidam-idamkan rakyat Muna Barat. Dan ditahun 2016 buah
dari pemekaran Muna Barat mulai dinikmati rakyat. Pemerintah Muna Barat telah
menggenjot dan mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur. Tidak hanya
itu, sektor-sektor lain pun penunjang kemajuan daerah telah mulai dibenahi pemerintah Muna Barat.
Kebanyakan
Daerah Otonomi Baru (DOB) rata-rata penampakan pembangunan merupakan langkah awal
yang diperlihatkan kepada rakyat oleh Bupati Pelaksana sebuah DOB. Tidak hanya
DOB, kebanyakan Bupati-Bupati seluruh
Indonesia pembangunan yang pesat merupakan bentuk keberhasilan mereka dalam
memimpin. Padahal tidak selamanya pembangunan yang pesat berbanding lurus
dengan kesejahteraan rakyat. Banyak daerah-daerah di Indonesia dengan pemimpin
yang gemar melakukan pembangunan namun kebanyakan rakyatnya jauh dari kata
sejahtera.
Menilik
perkembangan Muna Barat sekarang ini, pemerintah Muna Barat telah banyak
melakukan beberapa terobosan pembangunan. Dari segi pembangunan Bupati
Pelaksana Muna Barat telah berhasil menunjukan komitmen kesungguhan terhadap
perkembangan Kemajuan Muna Barat.
Jika kita
berkaca pada perkembangan Muna Induk, sebelum mekarnya Muna Barat dari Muna
Induk permasalahan utama Muna adalah bukan persoalan minimnya pembangunan
melainkan kebobrokan birokrasi Muna. Sehingga sampai sekarang ini Muna kalah
berkembang dibanding kabupaten-kabupaten Tua lainnya yang ada Sulawesi
Tenggara.
Prilaku KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) yang
telah mengakar di Muna janganlah coba ditanam di Muna Barat. Diawal
terbentuknya Negara Republik Indonesia, Bung Karno selalu menyerukan “ nation
and character building ” . Nation And Character Building atau pembangunan jiwa
bangsa merupakan sebuah hal penting dan mendasar yang nampaknya terlupakan oleh
pemimpin-pemimpin daerah di Indonesia. Sama halnya di Muna Barat yang harus mendapat
perhatian lebih adalah masalah character building para pelaku birokrasi maupun
rakyat Muna Barat. Nation And Character Building yang dimaksud oleh Bung Karno
yakni penanaman nilai-nilai pancasila pada setiap diri masyarakat Indonesia.
Terlebih lagi Pemimpin suatu daerah nilai-nilai Pancasila harus meresap pada
diri setiap pemimpin daerah agar nantinya kesejahteraan sosial yang terkandung
dalam pancasila dapat terealisasi dengan baik.
Jika
pemimpin daerah yang sudah meneladani nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila tentunya budaya KKN akan terberantas dengan mudah. Sebab Pancasila
menunjukan jalan agar tercapainya kesejahteraan seluruh rakyat sedang Budaya
KKN merupakan jalan untuk memperoleh kesejahteraan pribadi atau keluarga saja.
Jadi sudah jelas budaya Korupsi,Kolusi dan Nepotisme sangat bertentangan dengan
Pancasila.
Sekarang
ini mendekati momen PILKADA pertama untuk Muna Barat. Para calon bupati Muna
Barat berlomba merebut simpati rakyat. Semua mengumbar janji masa depan Muna
Barat yang cerah akan terwujud jika mereka sampai terpilih. Sudah menjadi hal
lumrah setiap calon kepala daerah mengobral janji kepada rakyat. Dan sudah
lumrah pula jika para pengobral janji ini membodohi rakyat dengan janji janji
kosong. Rakyat kini sudah beradaptasi dengan polemik kontradiksi antara
ucapan-ucapan para calon ketika sebelum terpilih dengan tindakan mereka setelah terpilih. Rakyat seakan dengan
mudah dilenakan dengan kesenangan sesaat yang diberi oleh para pemulung suara.
Para penjilat yang mendekat ketika lagi butuh suara rakyat namun ketika mereka
sudah duduk diatas singgasana kejayaan, suara-suara jeritan kesengsaraan rakyat
pura-pura tidak didengar oleh mereka.
Kita
tidak menginginkan pemimpin yang demikian di Muna Barat. Kita tidak
menginginkan calon pemimpin yang bermuka dua. Dan kita tidak menginginkan
pemimpin yang hanya mempergemuk diri dan keluarganya sementara banyak rakyat
yang semakin kurus karena tidak dipedulikan olehnya. Sosok pemimpin yang ideal
untuk Muna Barat adalah pemimpin yang lahir bukan untuk dilayani oleh rakyat
melainkan pemimpin yang lahir untuk melayani rakyat yang dipimpinnya. Pemimpin
yang tidak hanya mengobaral janji namun menyuguhkan bukti ketika terpilih.
Pemimpin yang benar-benar memahami pancasila dan tidak melakukan KKN. Dan itu
bisa terwujud ketika sistem pemilihan
Kepala Daerah yang dijalankan benar-benar bersih. Jika tidak, praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme akan
merajarela di Muna Barat. [UHO BICARA]
PENULIS : BUNG KOMAR


0 Komentar