Uhobicara.com - Sebelum melangkahkan kaki untuk menjajajaki kehidupan dunia kampus, sesungguhnya ada dua keinginan terselubung dari orang tua kepada setiap anaknya. Pertama, hampir setiap orang tua menginginkan anaknya kuliah baik-baik agar secepat mungkin mendapat gelar sarjana. Kedua, setiap orang tua menginginkan anaknya setelah mendapat gelar sarjana agar sekiranya sesegera mungkin mendapatkan pekerjaan yang layak. Dua keinginan inilah yang apabila terwujud akan menjadi cahaya kebahagian bagi setiap orang tua. Dan apabila jika kita sebagai anak tak bisa mewujudkan dua keinginan tersebut, tentunya kita akan tercap sebagai anak yang kurang berbakti kepada orang tua.
Jadi tidaklah mengherankan apabila ditahap awal perkuliahan, kebanyakan mahasiswa baru berlomba-lomba untuk memperoleh nilai akademik yang membanggakan, dengan alasan agar tidak mengecewakan orang tua mereka. Akibatnya mahasiswa pengejar IPK tinggi banyak yang bermunculan. Mungkin disisi akademik, fenomena ini merupakan angin positif. Akan tetapi perlu diketahui mahasiswa ada bukanlah hanya untuk membanggakan orang tuannya, mahasiswa ada bukanlah hanya untuk mengejar IPK tinggi, melainkan pula ada tanggung jawab sosial yang diemban oleh setiap mahasiswa. Dan apabila tidak dilaksanakan, maka ketimpangan sosial merajarela di mana-mana.
Secara umum ada 4 tipe mahasiswa yang nampak di dunia kampus, yakni :
1. Mahasiswa
Akademisi
Mahasiswa
akademisi adalah mahasiswa yang dalam proses perkuliahan hanya mengejar IPK
tinggi.
2. Mahasiswa
Organisatoris
Mahasiswa
organisatoris adalah mahasiswa yang hanya aktif
mewujudkan tanggung jawab sosialnya melalui jalur organisasi dan
melupakan perihal akademik.
3. Mahasis
Organisatoris Yang Akademisi
Mahasiswa
Organisatoris Yang Akademisi adalah mahasiswa aktif di organisasi dan aktif
pula di bidang akademik.
4. Mahasiswa
Mubazir
Mahasiswa Mubazir
adalah Mahasiswa yang terperangkap dalam dunia hedonis (senang-senang) sehingga
lupa diri akan tangggung jawabnya sebagai mahasiswa baik dibidang akademik
maupun dibidang sosial.
Kriteria mahasiswa mubazir diantaranya :
- Mahasiswa Yang Kuliah tanpa tujuan
- Mahasiswa Yang Kupu-Kupu ( kuliah pulang-kuliah pulang )
- Mahasiswa yang telah menjadi budak cinta
- Mahasiswa yang telah menjadi budak Dunia Maya (Facebook, BBM, Twiter dan lain sebagainya)
- Mahasiswa yang telah menjadi budak game online
- Mahasiswa yang telah menjadi budak Minuman Keras
- Dan aktifitas hedon lainnya
Salah satu penyebab mahasiswa mubazir yakni kemajuan teknologi yang tadinya, diharapkan dapat menunjang mahasiswa dalam kehidupan kampus justru membawa mala petaka bagi mahasiswa itu sendiri. Buntutnya banyak diantara mahasiswa yang terperangkap dalam sisi negatif teknologi seperti, banyak mahasiswa yang menjadi budak media sosial, banyak mahasiwa yang menjadi budak game online. Karena aktifitas inilah yang menjadikan kuliah mahasiswa berantakan.
Jadi intinya mahasiswa mubazir itu adalah status kemahasiswaannya hanya sebatas pengakuan administratif belaka (kartu mahasiswa) namun sikap dan tindakannya bukanlah mencerminkan sikap dan tindakan layaknya mahasiswa yang semestinya. Dan untuk semua mahasiswa baru berhati-hatilah…! Jangan menjadi penerus mahasiswa mubazir ! [UHOBICARA.COM]
penulis : laode abdul wahid


0 Komentar